Ledakan kehidupan Cambrian

Anonim

Fluktuasi oksigen ekstrem di atmosfer berhubungan dengan fase ekspansi atau penurunan keanekaragaman hayati di Kambria, antara 540 dan 485 juta tahun yang lalu: mungkin justru kuantitas gas inilah yang memicu diversifikasi besar-besaran spesies yang menjadi ciri Bumi mulai dari dari 540 juta tahun yang lalu dan sekitar 20 juta tahun, serta untuk menentukan beberapa peristiwa kepunahan yang terjadi sebelum dan sesudah fase itu.

Menurut sebuah studi oleh University College London dan University of Leeds yang diterbitkan di Nature Geoscience, yang menyoroti pemicu ledakan kehidupan Cambrian, fase fundamental kehidupan di planet kita, di mana tiba-tiba dan dalam sebuah busur waktu singkat pada skala waktu geologis cikal bakal hewan-hewan yang menghuni Bumi lahir.

Di Cambrian, fluktuasi oksigen atmosfer telah mempengaruhi kehidupan Trilobita fosil Kambria: makhluk-makhluk ini dengan karapas yang kuat adalah artropoda dari lingkungan laut. | Geosains Alam

Hipotesis awal. Untuk waktu yang lama diduga bahwa persentase oksigen atmosfer telah menjadi faktor penentu dalam menciptakan kondisi untuk peristiwa ini, tetapi penelitian ini adalah yang pertama untuk menemukan korelasi penting antara fluktuasi gas dan penampilan masif atau hilangnya spesies baru. Puncak periode oksigen berhubungan dengan perkembangan keanekaragaman hayati yang tiba-tiba dan melompati evolusi; oksigenasi rendah, karena peristiwa kepunahan - dalam kerangka waktu di mana ledakan Kambria mewakili sebagian kecil.

Bisukan testimonial. Bukti ditemukan dengan menganalisis batuan karbonat yang dalam dari sungai Aldan dan Lena di Siberia, sebuah wilayah yang dulunya tertutup oleh lautan yang penuh dengan kehidupan. Tingkat isotop karbon dan sulfur dalam batuan ini terkait dengan jumlah oksigen yang terlarut di lautan dan karenanya ada di atmosfer. Dengan mempelajari "tanda tangan isotop" para peneliti merekonstruksi tren fluktuasi oksigen atmosfer, yang kemudian mereka bandingkan dengan keanekaragaman hewan fosil yang sesuai dengan periode yang sama.

Antara pasang surut. Temuan ini mengungkapkan periode diversifikasi yang kuat, tetapi juga "hambatan" dalam penyebaran kehidupan dan spesies, ekspansi dan depresi yang sesuai dengan persentase oksigen yang lebih tinggi atau lebih rendah di atmosfer: kesimpulannya adalah bahwa faktor ini memainkan peran kunci dalam menentukan kemunculan kehidupan di Bumi.

Secara khusus, konfirmasikan analisis, dalam periode yang berlangsung lebih dari 13 juta tahun di Kambrium, ada perluasan kehidupan yang mencolok: Bumi beralih dari dihuni oleh organisme yang tidak bergerak dan tidak berseluler, hingga menampung bentuk kehidupan yang canggih dan aneh. dan kompleks yang kemudian berkembang menjadi apa yang kita lihat hari ini.

Studi ini adalah yang pertama untuk memberikan bukti konkret tentang hubungan antara oksigen dan ledakan misterius keanekaragaman hayati, masih banyak diperdebatkan, dalam penyebab dan modalitas, oleh ahli paleontologi modern.